DINAS Pertanian dan Peternakan (Distanakan) Kabupaten Lamandau belum menerima laporan masyarakat terkait lahan yang terendam banjir.
“Sampai saat ini kami belum mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya lahan pertanian atau lahan sawah yang terkena banjir,” kata Kepala Distanakan Lamandau, Sunarto, Minggu (10/1).
Sedangkan berdasarkan pengamatan distanakan, lahan pertanian di Lamandau masih terbilang aman.
“Sampai dengan hari ini (kemarin) lahan sawah yang ada di Lamandau masih aman, belum tergenang oleh banjir yang terjadi,” kata imbuh Sunarto.
Kondisi tersebut, ucap dia, disebabkan letak atau posisi dari lahan-lahan pertanian yang berada jauh dari daerah aliran sungai, serta berada di lokasi yang agak tinggi.
Kendati demikian, lanjut Sunarto, pihaknya akan ikut terus memantau perkembangan banjir saat ini, seraya berharap banjir musiman ini dapat segera surut tanpa menimbulkan kerugian yang berarti.
Masih berlangsung
Sementara itu, banjir yang melanda beberapa wilayah kecamatan yang berada di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamandau, Bulik dan Belantikan dalam beberapa hari ini masih belum ada tanda-tanda penurunan yang signifikan.
Pada Sabtu (9/1) lalu, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) berdasarkan laporan yang diterima, ketinggian air akibat air sungai yang meluap dan menggenangi sejumlah daerah rata-rata sudah mulai surut kurang lebih lima centimenter.
Ketinggian banjir pun bervariatif, yakni antara 1,5 meter hingga 2 meter. Ada juga daerah yang ketinggian genangannya di bawah kisaran rata-rata tersebut.
Kuat dugaan, belum menurunnya debit air sungai secara signifikan ini disebabkan masih turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di daerah hulu sungai.
Kondisi tersebut sangat mengganngu aktivitas warga. Akses beberapa desa pun terhalang akibat banjir.
Banyak warga yang menyebutkan jika banjir kali ini lebih parah jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.
(B-11)


