MATINYA ikan sungai dan ikan tambak milik warga pada Novemer 2015 didua akibat perubahan kualitas air Sungai Jelai, sehingga membuat harga ikan di Pasar Saik Sukamara terus meningkat.

Kenaikan harga ini karena sulitnya nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan.

Andah, seorang pedagang­ ikan di Pasar Saik mengatakan dengan harga ikan yang mahal saat ini membuat pengha­sil­an per harinya semakin berkurang.

“Harga ikan yang semakin mahal bukan malah untung, yang ada pengha­sil­an semakin merosot,” keluh Andah, Minggu (10/01/2016).

Menurutnya dengan harga ikan yang mahal, membuat masyarakat tidak mengonsumsi ikan sungai sementara ini, tetapi beralih keikan laut atau sayur yang saat ini harganya masih stabil.

“Karena ikan sungai mahal, masyarakat lebih memilih mengonsumsi sayur atau ikan laut karena harganya lebih murah dibanding ikan sungai,” jelasnya.

Harga ikan sungai di Pasar Saik saat ini memang mengejutkan. Pasalnya harga ikan naik satu kali lipat dari biasanya.

Harga ikan sungai jenis lais saat ini mencapai Rp100 ribu per kilo yang semula hanya Rp60 ribu, sedangkan harga ikan baung dijual Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kiloa yang semula Rp50 ribu hingga Rp40 ribu saja.

Sementara itu Tambrin, seorang nelayan di  Sungai Jelai yang tinggal di Kelurahan Padang, Sukamara ini membenarkan sulitnya mencari ikan di sungai, sehingga dia terpaksa harus menaikkan harga ikan hasil tangkapannya.

“Meski harga ikan tangkapan sudah dinaikkan, tapi tetap saja untungnya tipis,” keluhnya.

Menurutnya, kesulitan mencari ikan ini karena perubahan air sungai yang membuat ikan menjadi langka dan sulit ditangkap.

Dengan kondisi ini maka mereka harus merasakan imbas dari hal tersebut. Tamrin menjelaskan dalam sekali pemasangan jaring di sungai, terkadang ia hanya mendapatkan hasil yang sedikit, meski jaring yang dipasang sudah cukup panjang.

“Penghasilan menurun, bahkan dalam sekali memasang jaring hanya dapat beberapa kilo ikan saja” ucapnya.

Tambahnya, jika ingin mendapat hasil lebih banyak, maka mereka haru pergi ketempat yang sedikit lebih jauh, karena keadaan airnya masih bagus serta ikannya masih cukup banyak.

“Kadang saya harus pergi ketempat yang lebih jauh untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak, tapa kendalanya untuk menjual ikan itu hingga habis sulit, karena warga enggan membelinya dengan alasan mahal.” tandasnya. (MG-13/B-6)