TAHUN ini Dinas Kesehtan Kabupaten Sukamara terus menggelorakan program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kepala Dinas Kesehatan Sukamara, Junaidin Tarigan mengatakan program PHBS yang digiatkan meliputi pembuatan jamban sehat.
Karena di daerahnya tahun ini ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi kabupaten pertama bebas dari perilaku buang air besar (BAB) sembarangan (BAB).
Tarigan menyebut jajaran Dinas Kesehatan Sukamara sudah melakukan studi banding ke daerah yang sudah berhasil dan menjadi daerah pertama bebas perilaku BAB sembarangan.
Sehingga dengan studi banding itu Sukamara mengikuti jejak untuk menjadi kabupaten pertama bebas perilaku BAB sembarangan atau open defecation (ODF) di Kalteng.
“Saat ini di Sukamara sudah ada 8 desa yang sudah ODF,” ucapnya.
Saat ini tahapan yang dilakukan meliputi sosialisasi komitmen bersama antara masyarakat dengan dinas kesehatan melalui kades atau camat.
Delapan desa yang sudah bebas perilaku BAB itu adalah Desa Bukit Sungkai, Sekuningan Baru, Bangun Jaya, Sembikun, Natai Kondang, Sungai Tabung, Sungai Bundung, dan Pudu.
Dia mengakui kendala yang dihadapi untuk keberhasilan ODF adalah budaya masyarakat yang telah terbiasa buang air besar disembarangan, seperti di bantaran sungai serta perilaku masyarakat di pelosok yang masih belum memiliki sanitasi memadai, sehingga Dinkes Sukamara terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat. (MG-13/B-6)


