TARI Tasai Manjung Manyaluang Sangkai merupakan seni tari yang berasal dari Kabupa­ten Gunung Mas (Gumas).

Tari ini merupakan gambar­an dari ungkapan syukur ke­pa­da Tuhan Yang Maha Esa dan wujud dari rasa gotong ro­yong dengan saling tolong-menolong antarsesama da­lam menyelesaikan permasa­la­h­an.

Tari Tasai Manjung Manyalu­ang Sangkai bersumber dari ge­rak tarian Manasai yang me­rupakan salah satu bentuk tarian pergaulan yang tum­buh dan berkembang di masyarakat pedalaman Kalima­t­an Tengah.

Tari Tasai Manjung Manyaluang Sangkai dibawakan enam orang perempuan dengan busana khas Kalteng. Para penari me­­lakukan gerakkan menari Ma­nasai bersama mengelilingi sang­kai dalam bentuk sebuah ling­karan, yang ti­dak akan pernah putus oleh segala macam bentuk tantangan dan perbedaan.

Ide Tari Tasai Manjung Ma­nya­lu­ang Sangkai diilhami dari kegiatan magah sangkai (me­ngantar sangkai).

Dalam kehidupan masyarakat Dayak, bila ada satu keluar­ga hendak mengadakan ritual ke­agamaan atau adat, se­luruh kerabat akan ikut serta mendata­ngi tempat ritual dengan mem­ba­wa sangkai sebagai simbol ke­bersamaan dan ungkapan tu­rut memuji Tuhan.

Tari Tasai Manjung Manyaluang Sangkai kerap ditampilkan da­lam berbagai kegiatan di Ka­bu­­paten Gumas. Baik kegiatan yang dilakukan pemerintah maupun lainnya. (EP/B-3)