BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meminta Camat dan Lurah ikut serta memastikan kesehatan hewan kurban di wilayahnya masing-masing, terutama dari penularan penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Camat dan lurah bisa ikut untuk memastikan kesehatan hewan dan kelancaran pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha. Laporkan status penanganan dan pengendalian wabah PMK secara berkala," katanya, Rabu 29 Juni 2022.
Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono, mengatakan saat ini ada 23 ekor hewan yang terjangkit PMK di Kelurahan Panarung dan masih dalam tahapan pengobatan pertama.
Tim kesehatan masih melanjutkan pengobatan sampai kondisi hewan dinyatakan sehat. Sebagai informasi saat ini Kota Palangka Raya menerima 500 dosis vaksin untuk mencegah PMK.
Vaksin ini diprioritaskan pada hewan yang tidak digunakan untuk kurban tahun ini. Sejak beberapa hari lalu penyuntikan telah dikakukan dan sedikitnya ada 191 sapi tuntas divaksinasi.
Pada prinsipnya vaksinasi PMK ini disuntikkan pada yang sehat. Jeda waktu penyuntikan pada setiap sapi yakni empat bulan dari sosis satu ke dosis dua. Kemudian enam bulan dari dosis kedua ke dosis ketiga.
--page
Untuk selanjutnya tim Puskeswan hanya bisa menunggu ketersedian vaksin yang diberikan pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi. Jika vaksinnya diberikan maka penyuntikan bisa dilaksanakan lebih banyak lagi. (HENDRI/B-6)









