PETENIS Serbia Novak Djo­ko­vic memenangi gelar per­da­­nanya di 2016 dengan men­juarai ATP yang ke-60 se­panjang kariernya.

Prestasi itu diraih setelah me­ngalahkan Rafael Nadal 6-1, 6-2 pada laga final Qatar Ter­buka, Sabtu (9/1/2016) wak­tu setempat.

Dalam pertandingan yang ber­langsung selama 1 jam dan 13 menit itu, Djokovic me­layangkan 30 pukulan ke­menangan, tujuh angka break point, dan hanya satu kali serve-nya mampu dipa­tah­kan Nadal.

Kemenangan itu membu­at Djokovic memimpin dalam re­­kor head to head atas Na­dal. Djokovic sukses mengaman­kan 24 kemenangan atau sa­tu kemenangan lebih ba­nyak da­lam 47 pertemuan me­reka. Duel itu merupakan per­­sai­ngan terketat yang pernah ada di sepanjang sejarah tur­­na­men ATP.

“Saya memainkan tenis yang sempurna. Sejak awal, se­tiap pukulan saya sesuai de­ng­an yang saya bayangkan. Dua set itu memberi saya pe­ra­saan yang luar biasa,” ujar Djo­kovic seusai pertandingan seperti dilansir BBC.

“Ini memberi saya keperca­ya­an diri dan kepuasan besar, khususnya melawan Ra­fael (Nadal),” imbuhnya.

Gelar ATP tersebut mem­­bu­at pe­­tenis nomor sa­tu du­nia itu masuk daftar 10 be­sar pemegang gelar juara ter­­banyak Tur ATP sepanjang ma­sa dengan berada di urut­an ke-10.

Di daftar teratas ditempati Jim­my Connors asal AS deng­an 109 gelar, disusul Ivan Lendl (Ceko/AS) dengan 94 ge­lar, Roger Federer (Swiss) 88 gelar, dan John McEnroe (AS) 77 gelar.

Sedangkan bagi Nadal Nadal, mes­ki takluk dari Djo­­kovic, petenis Spanyol itu masih berada di urutan ke­lima pemegang gelar juara ter­banyak ATP. Ia saat ini mengantongi 67 gelar atau unggul 7 gelar atas Djokovic. (Ant/Metrotvnews.com/B-3)