MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo masih berang setelah mengetahui fakta bahwa Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) sengaja dibakar. Menurutnya, pembakaran itu sengaja untuk menghilangkan jejak, terkait dokumen tertentu.
Karena itu Tjahjo sekali lagi mendesak Polda Kalimantan Tengah untuk segera mengungkap kasus ini. “Untuk menghilangkan jejak terkait masalah perizinan di sektor kehutanan dan perkebunan. Kita minta Pak Kapolda untuk tangkap pelakunya,” tulis Mendagri Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat pada Borneonews saat dihubungi dari Palangka Raya, Minggu (1/1/2016).
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng, Susilo Yustinus melalui telepon mengatakan, korps Adhyaksa juga mendapatkan informasi adanya dugaan kerugian negara dari perizinan di sektor kehutanan dan perkebunan. Namun saat ini dugaan tersebut masih dalam proses pengumpulan data.
Lanjut Susilo, pihaknya belum menemukan arah keterkaitan dokumen di Biro Keuangan dan Ekonomi yang terbakar dengan kasus yang mereka tangani. Tapi dia juga tak membantah jika kemungkinan kasus dan peristiwa yang terjadi memiliki hubungan. “Kita sedang pengumpulan data terkait perizinan lahan kehutanan,” tegasnya.
Sebelumnya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jukiman Situmorang mengatakan, kebakaran Kantor Biro Keuangan dan Ekonomi Pemerintah Provinsi Kalteng, Minggu (1/11/2015) memusnahkan dokumen “penting”.
“Pemprov sudah memberikan data bahwa berkas-berkas penting yang terkait data perkembangan pembangunan di seluruh kabupaten dan kota,” kata dia.
Setelah keluarnya hasil penyelidikan tim Laboratorium Forensik Polda Jatim yang menyimpulkan bahwa kebakaran tersebut terindikasi disengaja dengan ditemukannya beberapa bahan kimia, Jukiman menyatakan pihaknya masih berusaha mengungkap kasus ini.
Sampai saat ini tegas Jukiman, Polres Palangka Raya masih fokus melakukan pemeriksaan dan menelaah keterangan para saksi. “Masih belum ada yang mengarah ke pelaku,” kata dia.
Menurut keterangan saksi-saksi, terbakarnya kantor gubernur bermula di sisi barat sekitar pukul 14.00 siang waktu setempat yang kemudian menjalar ke lantai dua. Sekitar pukul 17.00 api bisa dipadamkan. Angka kerugian akibat kebakaran diperkirakan antara Rp 5 miliar hingga Rp 7 miliar.(CA/B-10)


