DESA Rungun dan Desa Kondang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Lamandau di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawari-ngin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Satu-satunya jalan masuk ke dua desa itu pun terputus di tengah musim hujan ini.
Tepat di jembatan pinggir Su-ngai Lamandau atau sekitar tiga kilometer (km) sebelum sampai ke Desa Rungun, akses jalan sudah tertutup oleh luapan air dari Sungai Lamandau. Sepeda motor dan mobil tidak ada yang berani melintas karena kedalaman air bisa meremdam mesin kendaraan.
“Sudah hampir satu bulan desa kami terendam banjir, tapi yang paling parah sekitar dua minggu ke belakang. Jalan masuk desa putus karena digenangi air,” ungkap Syahwani, warga desa Rungun, Minggu (10/1/2016).
Sebanyak 395 kepala keluarga (KK) di Desa Rungun terisolasi, pasokan sembako hanya bisa didapat melalui penyeberangan getek. Aktivitas warga seperti berkebun, bertani, anak-anak bersekolah, dan belanja ke pa-sar, lumpuh.
“Satu meter lebih tinggi airnya. Kalau hujan lagi, pasti airnya akan naik terus,” ungkap Gusti Abdulbar, Kasi Keuangan dan Bendahara Desa Rungun.
Masyarakat berharap peme-rintah segera datang membawa bantuan. “Sudah hampir satu bulan tapi belum ada bantuan atau tinjauan dari pemerintah daerah,” ungkap salah satu warga.
Menurut Camat Kolam, Teguh Winarno, banjir juga mengancam Desa Lalang di bantaran Sungai Lamandau. Sebab, beberapa hari belakangan debit air sungai bertambah tinggi, berkisar 10 sampai 20 sentimeter (cm) per harinya.
“Saya belum berkoordinasi dengan Badan Penanggulang-an Bencana Daerah (BPBD) atau dinas terkait. Saya masih menunggu laporan data korban dari para kades untuk memastikan kebutuhan bantuan,” kata Teguh (CP/RD/MW/B-1)


