BORNEONEWS, Muara Teweh - Sebanyak 85 Calon Siswa Sekolah Calon Bintara Karier (Casis Secaba PK) TNI AD Tahun 2022 terima pembekalan dari Pasi Pers Kodim 1013 Muara Teweh Kapten Inf Praptomo di Aula Makodim 1013 Muara Teweh.
Dalam kegiatan tersebut Pasi Pers, Kapten Inf Praptomo menjelaskan, pembekalan tersebut bertujuan agar seluruh peserta seleksi dapat memahami secara umum bagaimana proses seleksi masuk Casis Secaba PK TNI AD Ta. 2022.
“Sehingga tidak salah langkah dalam menentukan pilihannya untuk berkarier mengabdi kepada bangsa dan negara menjadi prajurit TNI-AD,” jelasnya, Kamis 30 Juni 2022.
Untuk menghadapi seleksi tersebut, lanjut dia, ada beberapa tahap yang disiapkan diantaranya kelengkapan administrasi, pembinaan fisik seperti ketahanan berlari, latihan sit up, pull up, dan push up.
“Di samping itu juga diberikan pembinaan mental melalui bimbingan dan pengasuhan untuk menunjang pelaksanaan seleksi di tingkat Panitia Daerah (Panda) Korem 102 Panju Panjung maupun tingkat Panitia Pusat (Panpus) Rindam XII/TPR," tutur Pasi Pers.
--page
Dalam kesempatan yang sama Pasi Inteldim 1013 Muara Teweh, Lettu Inf Edi Sugiarto menekankan, untuk masuk menjadi anggota TNI AD tidak perlu bayar alias gratis, apabila ada oknum yang meminta imbalan dan menjamin lolos dalam tahapan seleksi jangan dipercaya dan dipastikan itu bohong.
Karena, tegas dia, TNI AD dalam melakukan rekrutmen secara profesional dan melalui proses seleksi yang ketat.
“Sudah banyak putra putri Kabupaten Barito Utara maupun Kabupaten Murung Raya menjadi anggota TNI-AD baik Taruna Akmil, Bintara maupun Tamtama, saat ini ada 85 orang calon Bintara yang terdiri dari 80 pria dan 5 orang wanita," ungkap Pasi Intel.
"Kita do’akan mereka lolos dan berhasil menjadi Bintara Prajurit Karier TNI AD, karena keberhasilan mereka merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kodim 1013/Muara Teweh selaku aparat Komando kewilayahan. Kita pun berharap bagi yang kalah seleksi jangan putus asa jadikan kekalahan menjadi cambuk untuk mempersiapkan diri untuk lebih baik lagi dan memperbaiki kekurangan yang ada dalam penerimaan berikutnya, karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda,” tegas Pasi Intel Lettu Inf Edi Sugiarto. (RAMADHANI/B-5)









