Ribuan orang masih terisolasi banjir besar yang melanda perkampungan mereka di sembilan desa dan satu kelurahan wilayah Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Salah satu daerah terparah diterjang banjir adalah lima rukun tetangga (RT) di Kelurahan Pangkut.
Ketika tim relawan utusan keluarga Haji Abdul Rasyid AS dan Haji Ruslan AS dari Pangkalan Bun tiba, Minggu (10/1/2016) petang, mereka tampak sangat haus bantuan karena sudah sekitar sepekan terkurung banjir. Akses jalan menuju perkampungan me-reka sulit ditembus.
Dari pantauan langsung Borneonews, air menggenangi jalan utama di kelurahan tersebut, dengan ketinggian selutut orang dewasa. Rumah-rumah warga di Pangkut Seberang itu juga terlihat masih terendam banjir.
Bayak dari korban banjir itu mengungsi ke rumah sanak saudaranya. Sebagian lagi membuat tempat lebih tinggi di dalam rumah (rerompa) untuk tidur dan menaruh barang-barang berharga.
Bantuan berupa paket sembako diterima ratusan warga Pangkut dengan total 2,5 ton beras, 1,5 ton gula pasir, 63 dus mie instan, 500 botol mi-nyak goreng. Diserahkan oleh relawan keluarga Haji Abdul Rasyid yang juga sebagai tim pasangan calon (paslon) gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran-Habib said Ismail (SOHIB).
“Kami akan terus melakukan kegiatan sosial hingga pasca banjir, baik di Kobar maupun daerah lain,” kata Ketua Tim SOHIB Kobar, Wisman. (KK/B-1)


