Dua pekan menghilang,  dr Rica   tidak pernah lepas dari anaknya yang masih balita bernama Zafran Ali Wicaksono itu.  Tampaknya,  sejak berangkat dari Yogyakarta selepas menengok suaminya yang masih melanjutkan studi itu, ia langsung menghilang. Belum diketahui persis ia menghilang bersama siapa.

Belum dikatahui persis pula  kemana saja selama dua pekan dalam pelariannya  yang menghebohkan itu. Yang pasti, setelah ditangkap petugas tadi pagi di Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin barat, Kalimantan Tengah, ia ditemani oleh seorang pria.  Menurut petugas, pria itu bernama Eko. Siapa dia?  Belum jelas. Yang pasti,  kemana-mana dr Rica bersama  (dikawal?) dengan dia.

Sebelum ditangkap,  menurut informasi petugas dari Polres Kotawaringin Barat,  pagi-pagi sekali sekitar pukul 06.30 Wib, dr Rica sudah berada di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun. Nah, di situlah ia dijemput petugas dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) AKBP Ganda Saragih yang menjabat sebagai Kanit Jatanras Polda DIY.

Rupanya dr Rica sudah siap terbang ke Jakarta, menggunakan pesawat Kalstar Aviation yang terbang pada penerbangan perdana. Tetapi keburu dicokok oleh AKBP Ganda Saragih tadi.  Tampakanya dari situ dr Rica dibawa kembali ke Hotel Kecubung,  tempat 15 petugas dari tim Polda DIY berada.  Rica sendiri sebelumnya juga menginap di hotel itu selama dua hari.

Informasi yang diperoleh Borneonews menyebutkan,  info keberadaan dr Rica di Mempawah, Kalimantan Barat ini terendus dari Cilacap pada 5 Januari 2016  antara pukul 14.00-15.00 Wib.  Informasi itu menyebutkan,  dr Rica bersama anaknya bergabung dengan Kelompok Gafatar, yang markasnsya kini sudah berpindah dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan.

Rupanya  adanya petugas yang mengendus ke Mempawah ini sudah tercium pula oleh aktivis Gafatar  (Gerakan Fajar Nusantara) Mempawah.  Karena itu,  “Untuk menghindari pencarian oleh pihak keamanan, kemungkinan yang bersangkutan  akan dipindahkan dari Kabupaten  Mewapah ke tempat-tempat lain  di wilayah Pulau Kalimantan,”  kata  sumber Borneonews.

Gafatar sendiri di Kalimantan, terutama Kalimantan Tengah sudah dibubarkan petugas. Kelompok itu di Kalimantan Tengah berubah menjadi  Barigas Tata Usanang, yang berarti Kita Sehat Sejahtera.  Tetapi rupanya di tempat lain seperti Mempawah, ada pula yang berubah nama menjadi Negara Karunia Tuhan, Semesta Alam (NKSA). (*)