SEJUMLAH kelompok nelayan di Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bantuan tersebut berupa satu unit mobil pintar nelayan, dua unit motor bengkel, satu kontainer bengkel dan satu buah kapal penangkap ikan.  

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotawaringin Timur (Dislutkan Kotim) Jakatan, mengatakan, mobil pintar itu untuk melayani kepentingan nelayan seperti penyuluhan dan lainnya.

Di mobil pintar itu ada operator khusus yang dilatih dilengkapi dengan sopir. “Sedangkan untuk motor bengkel bisa dimobilisasi tiga kecamatan di kawasan Selatan. Kalau ada kapal nelayan yang rusak, bisa didatangi. Sedangkan mesin tempel itu untuk perahu nelayan kecil,” jelas Jakatan, Senin (11/1/2016).

Selain bantuan tersebut, sebelumnya juga ada bantuan kapal melalui dana alokasi khusus. Pada 2015 lalu bantuan yang diberikan berupa tiga unit kapal, terdiri satu unit berkapasitas 12 GT dan dua unit berkapasitas 8 GT. Bantuan tersebut sudah diserahkan kepada para kelompok nelayan.

Tersebar di empat kecamatan

Jakatan menjelaskan, nelayan di Kotim tersebar di empat kecamatan yaitu Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan dan Mentaya Hilir Utara. Konsentrasi terbesar berada di Teluk Sampit, khususnya di perkampungan nelayan Desa Ujung Pandaran dan sekitarnya.

Potensi perikanan di daerah ini dinilai masih sangat besar, baik perikanan tangkap maupun budidaya. Untuk itu, pemkab bertekad terus mendorong peningkatan produksi ikan agar memicu peningkatan kesejahteraan nelayan.

Dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat tersebut, diharapkan aktivitas nelayan di Kotim semakin meningkat. Sehingga nanti akan mampu meningkatkan produksi dan hasil tangkapan ikan. “Apalagi saat ini program pemerintah pusat yang menindak tegas nelayan asing, membuat hasil tangkapan nelayan lokal meningkat,” terang Jakatan. (FI/B-2)