PEMKAB Katingan me­nyiapkan lahan 20 hektare untuk lokasi pembangunan pem­bang­kit listrik berbasis ener­gi­ surya atau papan panel sur­ya yang diperkirakan mam­pu menghasilkan listrik ber­kapasitas 2 mega watt.

“Distamben telah mengkaji dan mempersiapkan administrasinya serta menghitung besaran anggaran yang diper­lukan untuk membangun papan panel Surya,” kata Bupati Katingan Ahmad Yantengli, pe­kan lalu.
Lahan yang disediakan itu di sekitar perkantoran Pem­kab Katingan.

“Kami sengaja membuat di situ agar terpusat dan mem­permudah pengawasan. Se­moga rencana ini segera ter­realisasi agar kebutuhan listrik di Katingan bisa terpe­nuhi, setidaknya untuk per­kan­toran Pemkab Katingan,” tambahnya.

Yantengli mengakui dana awal membangun panel sur­ya sangat besar, namun dari segi operasional relatif kecil, sehingga sangat efisien untuk di­laksanakan.

Ditambah lagi sekarang ini pasokan listrik dari PLN be­lum mampu memenuhi ke­butuhan masyarakat Kating­an.

Dia mengatakan 20% dari jum­lah desa di Katingan belum berlistrik dan untuk­ memenuhi kebutuhan itu telah dibangun tenaga surya tersentral sembari memikir­kan­ tenaga listrik dari bioenergi lainnya yang telah be­kerjasama dengan Kementeri­an ESDM.

“Potensi Katingan untuk ener­gi listrik terbarukan se­benarnya ada beberapa, tapi yang tercepat itu panel sur­ya. Ini yang coba kita lak­sanakan. Itu kita lakukan ka­rena peningkatan jumlah pe­nduduk di Katingan relatif ce­pat. Setahun terakhir ini pen­duduk Katingan bertam­bah 30 ribu dan pastinya ke­butuhan listrik akan mening­kat,” ucapnya.

Sementara itu tahun ini Pemprov Kalteng akan mem­pri­oritaskan program Kalteng Tarang. Di mana program ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan listrik terhadap 188.267 rumah tangga terse­bar­ di 307 desa yang belum dijangkau PLN. (Ant/B-6)