DPRD Lamandau menilai meskipun banjir yang terjadi adalah bencana musiman, bukan berarti pihak berkompeten berpaling muka. Apalagi dampak dari banjir yang menimbulkan banyak kerugian, baik berupa materi maupun immateri.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Lamandau, Tommy Hermal Ibrahim, Senin (11/1).
Terkait peristiwa banjir ini, DPRD berharap agar instansi terkait untuk tanggap menyikapinya. Baik dalam hal penanggulangannya maupun pendataan kerugian.
“Tentu banyak kerugian akibat banjir ini, baik yang sifatnya fisik maupun materi. Termasuk misalnya dalam bidang pertanian, harus didata kerugian lahan pertanian yang terimbas,” sebutnya.
Terpisah, Kepala BPBD Lamandau, Siwer S Andai, mengatakan sejak adanya laporan sejumlah pemukiman warga tergenang air, pihaknya telah bergerak sebagai tindaklanjut menyikapi bencana banjir.
“Sejauh ini, kita sudah mendata korban banjir, dan memberikan bantuan bufferstok pangan,” ucapnya.
Sawah terendam
Sementara itu, Minggu (10/1) distanakan mengaku belum menerima laporan adanya lahan pangan yang terendam banjir.
Tetapi, anggota DPRD, Triono, mengungkapkan belasan hektare lahan persawahan di desa Tritunggal (SP 3) Kecamatan Sematu Jaya, saat ini terendam banjir.
Hal tersebut telah dilaporkannya kepada dinas terkait.
“Lahan persawahan yang ditanami padi di desa Tri Tunggal terendam total. Jika banjir terus terjadi, petani akan gagal panen,” sebutnya.
Menyikapi hal itu, Kadistanakan Sunarto mengatakan pihaknya akan turun ke lokasi yang dimaksud.
(HN/B-11)


