BANJARMASIN - Sepanjang tahun 2015 terdapat 3.589 kasus DBD yang menyebabkan 40 orang penderita meninggal dunia di Provinsi Kalimantan Selatan.

Jumlah kasus dan korban meninggal dunia akibat penyakit DBD di Kalsel mengalami peningkatan yang cukup tajam dibanding dengan tahun 2014.

Oleh sebab itu, seluruh penduduk Provinsi Kalsel dihimbau untuk mewaspadai serangan penyakit demam berdarah seiring hujan yang terus menerus mengguyur provinsi yang bersemboyan Wadja Sampai Kaputing (tetap bersemangat dan kuat seperti baja dari awal sampai akhir) ini.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kalsel Nur Ali Purnama mengungkapkan, kasus demam berdarah akibat gigitan nyamuk aides aigepty ini mulai bermunculan.

Meski belum dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB), penyakit demam berdarah tetap mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Belum ada daerah yang dinyatakan kejadian luar biasa (KLB), tetapi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, serangan DBD ini menjadi masalah yang harus mendapatkan perhatian dan diantisipasi sejak dini,” cetusnya, Minggu (10/1/2015).

Sebaiknya, kata dia, masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan, baik itu bak mandi, jangan ada air menggenang di lingkungan rumah, jangan ada baju yang menggantung, dan lainnya, yang menjadi sarang dan tempat berkembangbiaknya nyamuk DBD.

Tindakan antisipasi yang cukup cepat dari petugas, tambah dia, akan mampu mencegah jatuhnya korban karena penyakit ini. (ANT/B-12)