PRESIDEN Joko Widodo akan mengkaji ulang pe­nye­­lenggaraan Moto GP 2017 di Sirkuit Internasio­nal Sentul, Jawa Barat.

Presiden sudah meme­rin­­tahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) membuat master plan atau petunjuk pelaksa­na­an Moto GP 2017.

“Soal Moto GP presiden pu­tuskan dijajaki dulu apa­kah kita siap atau enggak,” kata Menko Pemba­ngun­an Manusia dan Ke­bu­dayaan Puan Maharani di Kantor Presiden, Senin (11/1/2016).

Puan menjelaskan, Pre­si­­den memberi tenggat wak­tu selama dua pekan ke­pada Menpora Imam Nah­rowi untuk membuat pe­tunjuk pelaksanaan Mo­to GP 2017.

“Kemenpora diminta buat master plan. Apakah kita siap dan apa yang harus ki­ta lakukan ke depannya, se­lambat-lambatnya dua ming­gu,” tuturnya.

Di sisi lain, Presiden Jokowi ber­harap momentum penye­leng­garaan Moto GP 2017 dan pe­laksanaan Asian Games 2018 dapat mengharumkan na­ma Indonesia di kancah in­ternasional. “Ini akan jadi magnet ba­ru pariwisata nasio­nal dan mengangkat nama bang­sa,” kata Presiden.

Di tempat terpisah, Menpo­ra Imam Nahrawi, mengung­kap­kan draf Keppres yang akan jadi payung hukum pe­nyelenggaraan MotoGP di Indonesia, telah selesai di­su­sun. Kemungkinan besar draf itu akan ditandatangani se­usai rapat terbatas dengan Pre­siden Jokowi.

“Mungkin setelah rapat ter­batas nanti sudah bisa dise­pa­kati. Keppres mungkin sudah bisa ditandatangani Pak Pre­si­den,” ujarnya.

“Drafnya sudah ada. Nanti ting­gal pengesahan saja,” tam­bah politisi Partai Kebang­kit­an Bangsa ini.

Lelaki asal Bangkalan, Ma­du­ra, itu menambahkan, Ke­menpora masih meminta be­berapa persyaratan kepa­da pihak terkait untuk me­nyem­purnakan draf Keppres Mo­toGP. Sebut saja status re­novasi dan master plan Sirkuit Sentul.

“Kami masih memintai be­be­rapa persyaratan seperti master plan Sirkuit Sentul se­perti apa untuk jadi acuan ke­luarnya Keppres,” tutur Men­pora.

Terkait rapat terbatas de­ngan Presiden, Menpora menyebutkan bahwa pertemu­an itu juga akan membahas soal ini. (Metrotvnews.com/Bola.com/B-3)