MALANG nian nasib Sodik (40), warga Jalan Pasir Panjang dekat Perumahan Bumi Asih Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar). Bapak dua anak yang berprofesi sebagai petani bibit tanaman sawit dan holtikultura ini kehilangan rumah. Api menghanguskan rumah semi permanen yang ditinggalinya bersama istri dan dua orang anaknya, Minggu (10/1/2016) sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat anggota Unit Identifikasi Polres Kobar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di puing-puing rumahnya, Sodik memaparkan musibah yang dialami. “Sore itu sekitar pukul 18.00 WIB saya ditelepon istri untuk menjemputnya bersama anak saya di tempat keluarga di komplek Perumahan Pinang Merah,” ujarnya, Senin (11/1/2016).

Ia pun bergegas berangkat menggunakan sepeda motor menuju rumah keluarganya. “Namun saya lupa mematikan lampu teplok di dinding rumah, saya pikir hanya sebentar,” jelasnya.

Lampu teplok menjadi penerangan di rumahnya yang masih berkonstruksi kayu, karena belum teraliri listrik. Sodik memperkirakan, lampu teplok tersebut jatuh dan membakar rumah.

Sekembalinya menjemput anak dan istri, Sodik kaget bukan kepalang melihat kondisi rumahnya hangus terbakar. “Rumah kami sudah rata dengan tanah. Hanya sisa bara saja yang tersisa,” ujarnya.

Rumahnya yang jauh dari tetangga membuat warga sekitar tidak mengetahui kebakaran tersebut.

Beruntung, tidak lama kemudian hujan mengguyur dan memadamkan api. Untuk sementara waktu, Sodik sekeluarga menumpang di rumah keluarganya di perumahan Pinang Merah.
(YD/B-2)