Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) memantapkan keberadaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dengan begitu, tim tersebut diharapkan bisa segera bekerja untuk mengatahui tingkat inflasi di <Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau>.

Hal itu disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Gumas Yansiterson saat ditemui Borneonews usai memimpin rapat TPID di ruang rapat lantai dasar Kantor Pemkab Gumas, Senin (11/1/2016). “Pemkab Gumas melaksanakan rapat perdana membahas berbagai hal yang akan dilakukan tim pengendali inflasi agar program-program ke depan dapat dilaksanakan dengan baik. Sehingga Pemkab Gumas dapat menentukan kebijakan terkait inflasi di Gumas,” terang dia.

Ia menjelaskan tema yang dibahas dalam rapat perdana TPID 2016 yakni terkait pengendalian inflasi yang merupakan salah satu target ekonomi makro. Selain itu, pengendalian inflasi juga ditargetkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Dalam rapat tadi, ada dua hal pokok yang dibahas, pertama penguatan kelembagaan dan penguatan peran tim pengendali inflasi daerah, dan yang kedua rencana aksi tim pengendali inflasi daerah tahun 2016,” terang dia.

Menurut Yansiterson, dalam rapat awal itu, pihaknya mengundang beberapa SKPD yang terkait langsung dengan pengendalian inflasi seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), Dinas Perikanan dan Peternakan (Distanak), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskopperindag), Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Urusan Logistik (Bulog). (EP/B-8)