MASJID mewah dengan konsep bangunan ala masjid di Kairo, Mesir akan segera terwujud di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Pembangunan Masjid Almuhajirin digadang-gadang akan menghabiskan anggaran sekitar Rp8,5 miliar. Dananya dari dana swadaya masyarakat. Kini masjid yang mulai dibangun sejak 2011 itu sudah berdiri sekitar 75%. Dana yang dihabiskan ananya sudah Rp5 miliar lebih.
“Alhamdulillah sejauh ini masyarakat Desa Karang Mulya bergotong royong membangun masjid yang indah dan nyaman,” ungkap Ketua Badan Kesejahteraan Mesjid (BKM) Almuhajirin, Muhammad Abdul Mukri, di kediamannya jalan Ahmad Yani, Senin (11/1/2016).
Mukri berharap pemerintah daerah dapat membantu proses penyelesaian sekitar 25% lagi. Selama pengerjaannya, bantuan dana dari masyarakat sudah mulai berkurang. Sementara itu, 2017 nanti masjid ini diharapkan sudah selesai 100%. “Saya harap bapak Bupati dapat meninjau dan memberikan bantuan untuk penyelesaian pembangunan mesjid ini.”
Awalnya, masjid ini dibangun dengan modal sekitar Rp250 juta. Bahkan Pemkab Kobar sempat memberikan bantuan meskipun terbatas. “Proposal sudah kami usulkan beberapa tahun lalu, tapi tidak ada kami terima dana sepeserpun dari swasta.”
Sementara itu, Tokoh Masyarakat setempat, Rusdiansyah mengatakan, masjid ini berada di jalan poros nasional. Artinya akan banyak pendatang dari berbagai daerah yang akan beribadah saat diperjalanan. Jadi sudah sepantasnya masjid ini dibangun dengan layak meskipun dananya hasil dari swadaya masyarakat. “Dulu yang mampir di Desa Karang Mulya, nyari tempat wudu saja susah. Nant dii tempat kami akan segera terbangun mesjid yang nyaman dan tenang.” (CP/B-7)


