BORNEONEWS, Sampit - Polemik hasil evaluasi tenaga kontrak (tekon) di Kabupaten Kotawaringin Timur terus berlanjut. Bahkan aksi demo juga dilakukan ratusan eks tekon di Kantor DPRD Kotim, Senin 4 Juli 2022.
Aksi demo dilakukan dengan tuntutan agar mereka yang tidak lulus kembali diperpanjang masa kerjanya. Bukan malah mengikuti evaluasi kembali sesuai yang dijanjikan pemerintah daerah.
Mereka juga protes, karena ada informasi tekon yang diperpanjang masa kerjanya. Meskipun tidak mengikuti seleksi pada saat evaluasi pada 23 Juni 2022.
Menanggapi hal itu, Sekda Kotim Fajrurrahman mengungkapkan jika memang ada data tekon yang tidak ikut evaluasi namun lulus, laporkan kepadanya agar dapat segera digugurkan.
"Hingga saat ini sudah ada dua orang saya tandatangani pengguguran kelulusannya pada seleksi. Oleh sebab itu kalau ada indikasi yang tidak ikut seleksi namun lolos, maka laporkan kepada saya agar kami tindaklanjuti," ujar Fajrurrahman saat pertemuan dengan tekon di gedung DPRD Kotim.
--page
Dia juga mengatakan evaluasi tersebut menggunakan nilai ambang batas, sehingga hasil tersebut yang menjadi bahan mereka apakah tekon itu lulus atau tidaknya.
"Kami juga memastikan bahwa evaluasi tersebut dilakukan sesuai penilaian yang telah ditetapkan, bukan kedekatan atau titipan. Bahkan jika ada bukti data ada tekon yang lolos melalui jalur tidak semestinya, maka saya siap mengugurkan orang tersebut," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









