BORNEONEWS, Sampit - Lantai kayu jembatan di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kotawaringin Timur, yang sebelumnya patah telah diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP).
"Sudah kamu perbaiki kemarin," ungkap Pengawas Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPRPRKP Kotim, Suhardiono, Selasa 5 Juli 2022.
Setelah dikonfirmasi borneonews.co.id Jumat, 1 Juli 2022 sebenarnya petugas DPUPRPRKP Kotim telah berupaya memperbaiki lubang yang terjadi karena patah. Namun karena kesulitan mencari bahan yakni kayu ulin, perbaikan terpaksa dilaksanakan kemarin, 4 Juli 2022.
Ada tiga kayu ulin yang patah karena terlalu sering dilewati kendaraan bermuatan berat, sehingga landasan jembatan patah dan mengakibatkan lubang yang berbahaya bagi yang lewat.
"Ini untuk mengantisipasi kembali terjadinya kerusakan. Rencananya akan kami pasang plat besi juga untuk memperkokoh landasan jembatan ini," katanya.
Jembatan di Jalan Kapten Mulyono ini memang sering mengalami kerusakan karena banyaknya truk yang sering melintas. Sehingga jembatan tersebut terkenal dengan sebutan jembatan patah.
--page
Kerusakan jembatan ini tak bisa dihindari karena truk-truk bermuatan melebihi 8 ton sering melintas. Akibat rusaknya Jalan Lingkar Kota Selatan yang tak kunjung diperbaiki.
"Sudah kami pasang spanduk bahwa hanya kendaraan yang berbobot di bawah 8 ton boleh melintas. Eh malah dicopot. Kami hanya berharap kesadaran dari sopir truk," katanya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









