HABITAT kedua terbesar Orangutan Kalimantan Tengah (pongo pygmeaus wrumbii) di Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas kritis. Populasinya diprediksi turun sangat drastis akibat kebakaran hutan, pembalakan liar dan perburuan masyarakat.

Humas Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng, Agung mengatakan, di lokasi tersebut terdapat sekitar 3 ribu orangutan. Meski belum mendata populasi terbaru, Agung meyakini jumlahnya turun drastis.

“Sekarang memang lagi marak illegal logging. Kami dari pihak BOS belum bisa mendata sepenuhnya berapa populasinya berkurang saat ini. Tapi dari suvei lapangan kami memang sejak bulan November, kami menemukan beberapa bangkai, tengkorak orangutan di areal yang sudah terbakar,” kata Agung di Palangka Raya, Senin (11/1/2016).

Agung mengatakan, beberapa warga yang terindikasi sebagai pelaku pembalakan liar, ada yang menyerahkan bayi orangutan ke pihak BOS. Menurutnya, hal ini memperkuat dugaan telah terjadi penangkapan orangutan, baik untuk dipelihara atau untuk dibunuh dengan motif yang tidak diketahui.

Sebab lanjutnya, di dekat lokasi bermukim warga yang menyerahkan bayi orangutan, pihaknya menemukan tengkorak kepala primata yang memiliki kesamanaan genetis sampai 94 persen dengan manusia ini. “Dugaan kami yang paling ngeri, tapi belum terbukti orangutan sengaja diburu untuk dikonsumsi,” kata Agung.

Dijelaskan Agung, selama tahun 2015, tim gabungan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan BOS menyelamatkan 39 individu orangutan. Rinciannya, 25 orangutan dewasa (9 jantan, 16 betina) dan 14 anak orangutan (10 jantan, 4 betina).

Kemudian di sesei rescue kedua dimulai 4 Januari lalu, kembali diberhasil diselamatkan 21 individu orangutan. “Bahkan hasil pengamatan kawan-kawan di lapangan masih banyak lagi orantutan yang perlu dievakuasi,” tegas dia.

Agung menuturkan, jika dalam waktu dekat tak ada operasi besar, kemungkinan terburuk di lokasi tersebut, akan terjadi kematian orangutan dalam jumlah besar. Pasalnya, selain sudah tak tersedia bahan makanan, habitat mereka makin tergerus ditambah lagi perburuan liar. (CA/B-10)