BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain fokus penanganan warga terdampak banjir, pahan pertanian juga tak luput dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Saat ini Pemkab telah meminta agar dinas terkait turun ke lapangan dan mendata lahan pertanian yang rusak akibat banjir.
Pj Bupati Kobar Anang Dirjo mengatakan bencana banjir yang terjadi di Kobar ini memang menjadi perhatian penting saat ini. Mengingat ada ribuan warga yang terdampak banjir.
Selain itu soal dampak lainya juga mengakibatkan lahan pertanian ikut rusak diterjang banjir. Termasuk banyak petani juga rugi karena tanaman terseret banjir.
"Kami telah meminta kepada Dinas TPHP Kobar turun ke lapangan. Ke desa yang lahannya diterjang banjir," kataya.
Dengan turun ke lapangan ini bentuk responsif pemerintah, atas kejadian yang dialami masyarakat. Sehingga nantinya tahu berapa luasan yang terdampak banjir.
"Setelah tahu luasan dan apa saja yang rusak. Maka ini menjadi bahan pertimbangan untuk menyalurkan bantuan untuk petani yang terdampak banjir," jelasnya.
--page
Misalnya saja dengan pemberian bibit maupun stimulan lainya untuk sedikit meringankan beban petani yang sudah terdampak banjir dan lahan pertanianya diterjang banjir. Maka dari itu perlu data yang valid.
Sehingga dari lima kecamatan ini diakomodir semua agar tak ada desa yang tidak di masukan. Mengenai bantuan ke masyarakat tentunya disesuaikan dengan kemampuan daerah. (DANANG/B-6)









