BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau, Hendra Lesmana secara simbolis menyalurkan dana bagi hasil produksi kebun masyarakat kepada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mencakup 8 desa di Kecamatan Bulik, Lamandau dan Kecamatan Belantikan Raya.
Dana yang disalurkan kepada sedikitnya 1.573 KK tersebut adalah Sisa Hasil Produksi (SHP) kebun masyarakat yang dibangun oleh 2 perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Sumber Mahardika Graha (SMG) dan PT Graha Cakra Mulia (GCM) dengan total Rp10 miliar lebih.
Bupati mengatakan penyaluran dana bagi hasil produksi kepada masyarakat menjadi bukti nyata adanya nilai manfaat dengan adanya investasi di Kabupaten Lamandau.
“Hari ini secara simbolis kita salurkan sisa hasil usaha kemitraan dengan PT SMG dan PT GCM kepada 1573 KK mencakup 8 desa yang dikelola oleh 3 koperasi dengan nilai SHP yang dibagikan sekitar Rp10 miliar lebih,” ungkapnya, saat diwawancarai wartawan usai kegiatan di GPU Lantang Torang, Selasa 5 Juli 2022.
Bupati berharap dengan hadirnya dunia usaha di Kabupaten Lamandau dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
--page
“Kita berharap kehadiran investor di Lamandau betul-betul memberi manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” ujarnya.
Sementara Kepala Distakan Lamandau Tiryan Kuderon menyampaikan bahwa telah dilaksanakan verifikasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL) kebun plasma/kemitraan seluas 2.044,73 ha (lahan tertanam 1.908,37 ha) yang dikelola oleh 3 koperasi, yakni Koperasi Subasena Sepakat Bersama (806,95 ha), Lamandau Mulya Bersatu (855,25 ha), serta Koperasi Graha Mitra Bakuba seluas 382,53 ha.
“Sisa hasil produksi kebun kemitraan ini akan disalurkan kepada 1.573 KK yang mencakup 8 desa di 3 kecamatan, yakni Desa Sekoban, Bakonsu, Sungai Buluh, Nanga Belantikan, Kelurahan Nanga Bulik, Liku Mulya Sakti, Suja, dan Desa Penopa,” ucapnya. (HENDI NURFALAH/B-6)









