ANGGOTA DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Tengah (Kalteng), Rahmat Nasution Hamka, mengatakan KPU Kalteng harus bekerja keras agar partisipasi Pilkada Kalteng susulan yang akan digelar pada 27 Januari 2016 tinggi.
Sebab, Rahmat menilai, penundaan pilkada masyarakat cenderung kurang antusias mengikuti perkembangan pilgub.
“Karena mereka pada saat menjelang pilgub tanggal 9 Desember 2015 sudah siap-siap untuk mengikuti pemilihan. Bahkan ada yang pulang ke kampung dari kota hanya untuk memilih. Dengan biaya sendiri lagi. Tapi pilgub ditunda.
Sekarang masyarakat agak apatis,” jelas Rahmat, dalam siaran pers tertulisnya Senin (11/1/2015).
“Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi KPUD agar partisipasi pilgub bisa mencapai target. KPUD punya tanggung jawab besar. Jangan sampai partisipasi rendah, apalagi sampai di bawah 50 persen. Kalau hal ini terjadi, maka kegagalan bagi penyelenggara pemilu,” papar politikus PDI Perjuangan itu.
Rahmat meminta agar KPU Kalteng mengambil langkah-langkah progresif dan kreatif dalam menyosialisasikan pelaksanaan pilkada. “Libatkan tokoh-tokoh agama dan adat secara masif agar ada gerakan bersama dalam sosialiasi, tapi bukan untuk mendukung paslon (pasangan calon),” usul mantan Ketua KNPI Kalteng ini.
Ia mengatakan, masyarakat harus diberi pemahaman untuk turut bertanggung jawab dengan memilih pemimpin. “Kewajiban kita semua untuk terpilihnya pemimpin yang berkualitas. Maka gunakan hak dan kewajiban kita secara bertanggung jawab, dengan cara mengajak masyarakat berbondong-bondong datang ke TPS,” tandasnya. (B-10)


