PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya berhasilkan mendapatkan penilaian sebagai kota bertoleransi berkat kerukunan antar umat beragama dan keharmonisan antar suku, ras dan golongan yang hidup bersama dalam falsafah Huma Betang.

"Semua berkat kerukunan antar umat beragama dan keharmonisan semua golongan suku, sehingga kita meraih award sebagai kota yang bertoleransi," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah, Selasa 5 Juli 2022.

Penilaian itu berdasarkan hasil riset Setara Institute yang merupakan lembaga independen yang fokus pada demokrasi, hak asasi, dan keberagaman. Indeks ini dibuat dengan dasar bahwa semua masyarakat Indonesia memiliki sifat toleran.

Terdapat empat variabel dengan delapan indikator pengukuran untuk menilai kota toleran maupun intoleran. Pertama, regulasi Pemerintah Kota, dengan indikator rencana pembangunan dan Kebijakan anti Diskriminatif

Kedua, tindakan pemerintah, dengan indikator Peristiwa Intoleransi dan Dinamika Masyarakat Sipil. Ketiga, Regulasi Sosial, dengan indikator Pernyataan Publik Pemerintah Kota dan Tindakan Nyata.

--page

Terakhir penilai dari sisi Demografi Agama, dengan indikator Heterogenitas agama dan Inklusi sosial keagamaan. Unsur-unsur ini terpenuhi dalam penilaian terhadap Kota Cantik di Bumi Tambun Bungai.

"Mari selalu kita jaga semua hal yang positif tentang kebersamaan ini. Jangan sesekali goyah maupun terprovokasi yang dapat menghancurkan kerukunan umat, suku, ras dan golongan," pungkasnya. (HENDRI/B-6)