HABITAT kedua terbesar Orangutan Kalimantan Tengah (Pongo pygmeaus wrumbii) di Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas amat kritis. Populasinya diprediksi turun sangat drastis akibat kebakaran hutan, pembalakan liar dan perburuan oleh masyarakat.
Humas Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng Agung mengatakan, di lokasi tersebut berdasarkan data tahun 2006 terdapat sekitar 3000 invidu orangutan. Meski belum pendataan populasi terbaru namun dia meyakini jumlahnya sangat turun drastis.
“Sekarang memang lagi marak ilegal logging. Kami dari pihak BOS belum bisa mendata sepenuhnya berapa populasinya berkurang saat ini. Tapi dari suvei lapangan kami memang sejak bulan November, kami menemukan beberapa bangkai, tengkorak orangutan di areal yang sudah terbakar,” kata Agung di Palangka Raya, Senin (11/1/2016).
Lanjut dia, beberapa masyarakat di sana yang terindikasi sebagai pelaku pembalakan liar, ada menyerahkan bayi orangutan ke pihak BOS. Hal itupun memperkuat dugaan jika terjadi penangkapan orangutan baik untuk dipelihara atau untuk dibunuh dengan motfi yang tidak diketahui.
Sebab lanjutnya, di dekat lokasi bermukim warga yang menyerahkan bayi orangutan, pihaknya ada menemukan tengkorak kepala primata yang memiliki kesamanaan genetis sampai 94 persen dengan manusia ini. “Dugaan kami yang paling ngeri tapi belum terbukti orangutan sengaja diburu untuk dikonsumsi,” kata Agung. (CA/*)








