PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono mengimbau warga yang hendak membeli hewan kurban agar memilih yang sudah berlabel sehat.

"Kita sudah pasang label sehat pada hewan yang bebas dari penyakit mulu dan kuku atau PMK. Jadi warga bisa lebih teliti membelinya," katanya, Rabu 6 Juli 2022.

Tanda sehat diikatkan pada bagian tali di leher hewan kurban. Cara ini dilakukan agar masyarakat yang mau membeli sapi dan kambing lebih teliti. Masyarakat harus tahu ciri-ciri hewan kurban yang sehat atau sakit.

Dengan demikian para pembeli lebih yakin jika hewan kurban yang akan dibeli dalam kondisi sehat, karena sudah melalui tahap pemeriksaan oleh petugas.

"Di lokasi penjualan hewan kurban juga sudah kita dipasang spanduk waspada penyebaran PMK," ungkapnya.

Untuk diketahui stok hewan kurban saat ini berjumlah 1.833 ekor. Stok hewan kurban ini ada penambahan 651 ekor jika dibandingkan dengan Juni 2022. Stok 1.833 ekor ini terdiri atas sapi 1.539 ekor dan kambing 294 ekor. (HENDRI/B-6)