Dua sejoli, Amat (20 tahun) dan Wulan (18 tahun), tenggelam di Sungai Kahayan. Kemesraan keduanya terbawa arus deras sungai besar yang membelah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (10/1/2016) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Kita berasumsi keduanya sudah meninggal dunia. Jadi, tinggal menunggu (jasadnya) mengapung,” ungkap Kapolres Palangka Raya, AKBP Jukiman Situmorang, yang datang ke lokasi bersama Kapolsek Pahandut Kompol Gede Eka Yu-dharma, Senin (11/1/2016).

Amat adalah warga Komplek Rindang Banua, Gang Rukun Jaya II, sedangkan Wulan tinggal di Jalan Wisata II, Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya. Saksi mata bahwa mereka tenggelam di Sungai Kahayan adalah Syarifudin (22), warga Komplek Rindang Banua, Gang Rukun Jaya II, dan Muhammad (25), warga Kompleks Puntun.

Naik getek

Peristiwa bermula ketika kedua saksi hendak mengantar Wulan pulang dengan menyeberangi Sungai Kahayan yang airnya sedang pasang. Muhammad meminjam perahu kecil (getek) milik pamannya, Aliansyah.

Kemudian perahu ditumpangi empat orang, yakni Wulan, Amat, Muhammad, Safruddin. Sesampai di tengah sungai, mesin getek tiba-tiba mati. Wulan yang mengaku tidak bisa berenang, lantas panik, dan makin menjadi ketika air mulai masuk ke dalam perahu. Tak berselang lama, perahu pun terbalik.

Di dalam arus sungai, Wulan mendekap erat tubuh Amat yang terlihat mampu berenang. Tapi sang kekasih tak bisa bertahan lama menahan beban tubuhnya.

Muhammad dan Safruddin sempat berupaya menolong sembari menya-lakan senter ke arah Pelabuhan Rambang. Meski demikian, keduanya juga tidak sanggup bahkan nyaris saja tenggelam.

Pertolongan datang dari warga. Namun, hanya berhasil menyelamatkan Muhammad dan Safruddin. Wulan dan Amat sudah keburu hilang ditelan deras dan dalamnya ‘’Sungai Dayak Besar’’ itu. (B-1)