BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta panitia kurban agar membagikan daging menggunakan tas atau bakul purun hasil produksi Industri Kecil Menengah (IKM).
"Panitia ibadah kurban baik di masjid, langgar, musala maupun tempat lainnya kita harap untuk menyediakan tas purun atau bakul purun dalam mengemas daging," katanya, Rabu 6 Juli 2022.
Tujuannya untuk menunjang penjualan produk IKM lokal serta upaya mengurangi penggunaan sampah plastik yang mendominasi tumpukan sampah di kota itu.
Dia mengingatkan bahwa penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pembagian daging hewan kurban akan menimbulkan banyak sampah plastik.
Hal itu akan menambah timbulan pencemar lingkungan yang bisa mengganggu kelangsungan ekosistem dan kesehatan manusia.
Sebelumnya telah diterbitkan edaran tentang pelaksanaan Hari Raya Iduladha tanpa sampah plastik. Edaran ini menindaklanjuti surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.4/MENLHK/PSLB3/PLB.2/6/2022.
--page
"Melalui edaran itu kami harap panitia kurban dan masyarakat dapat bersama-sama berkomitmen untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai," tuturnya.
Hal ini mengingat kantong plastik khususnya yang warna hitam merupakan hasil olahan limbah yang tidak diketahui asal-usulnya.
Bisa saja dari bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, limbah logam berat yang sangat berbahaya apabila digunakan sebagai pembungkus makanan. (HENDRI/B-5)









