KISAH sedih pembantaian orangutan senantiasa terjadi.  Jika kemarin ditemukan tengkorak dan  bangkai orangutan, kali ini ditemukan orangutan sekarat. Orangutan itu dihujani belasan peluru dan digebuki dengan benda tumpul.

TIM Yayasan Orangutan Borneo Survival (BOS) Nyaru Menteng mendapati satu individu orangutan dewasa dalam kondisi kritis saat menggelar operasi di wilayah Sungai Mangkutub Kecamatan Mentangai Kabupaten Kapuas. Hasil pemeriksaan medis, ditemukan 8 peluru di tubuh orangutan dan bekas penganiayaan menggunakan benda tumpul.

“Hasil X-Ray yang dilakukan Senin (11/1/2016), di bagian dada setidaknya terlihat jelas 8 butir peluru senapan angin kaliber 4,5. Di pelipis mata sekitar 5 butir. Hasil pemeriksaan dokter hewan kita juga mendapati tengkorak kepala ada yang retak diduga akibat hantaman benda tumpul,” kata Humas BOS Nyaru Menteng Agung di Palangka Raya, Selasa (12/1/2016).

Adapun proses penemuan orangutan jantan berusia 15 tahun itu kata Agung, saat tim mengevakuasi puluhan orangutan liar di kawasan Sungai Mangkutub. Saat dibius untuk memudahkan pemindahan ke habitat baru, dari mulut dan hidung orangutan itu mengeluarkan darah.

Dia melanjutkan, dokter hewan yang melakukan pemeriksaan memprediksi, orangutan liar Kalimantan Tengah (Pongo pygmeaus wrumbii) itu akan mengalami kebutaan. Atas dasar pertimbangan tersebut, pihaknya tak bisa mengembalikan individu itu ke habitatnya.

Habitat Alami Kritis

Agung mengatakan, di Wilayah Hutan Lindung Lokasi Stasiun Penelitian Orangutan Telanan di Sungai Mangkutub merupakan populasi orangutan kedua terpadat di Kalteng. Habitat asli orangutan saat ini kondisinya kritis. Sebab selain sudah terbakar, dilokasi tersebut juga marak pembalakan liar yang diduga dibekingi korporasi. (ca/*)