WARGA Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang dan sekitarnya sejak empat bulan terakhir ini kesulitan mendapatkan ikan sungai.

Padahal daerah ini dikenal sebagai penghasil ikan air tawar terbesar di Kabupaten Katingan.

Saat ini alat tangkap ikan yang dipasang warga di Sungai Katingan dan sungai kecil lainnya jarang mendapatkan hasil.

“Jangankan untuk dijual, sekarang ini mencari untuk makan saja sulit sekali,” tutur Ardiansyah, warga Desa Baun Bango kepada Borneonews, Senin (11/1/2016).

Dia menuturkan puluhan alat tangkap berupa rengge, tampirei, pengilar, dan buwu yang mereka pasang jarang dapat ikan.

“Makanya kami yang setiap harinya mencari ikan sejak tiga bulan ini lagi paceklik,” katanya.

Dia mengaku sulitnya mendapatkan hasil tangkapan bermula saat air Sungai Kating­an surut saat kemarau.

Saat itu penghasilan lambat laun menurun, bahkan sampai musim hujan atau air sungai pasang hasil tangkapan juga memprihatinkan.

“Makanya jangan heran sekarang kalau makan di warung di Baun Bango ini jarang sekali menyediakan ikan sungai, karena ikan air tawar ini langka di daerah kita sekarang,” imbuhnya.

Daji, warga Desa Talingke menuturkan hasil tangkapan ikan sungai diperkirakan dampak musim kemarau panjang 2015.

“Soalnya saat kemarau kondisi danau dan sungai kecil banyak yang kering, sehingga banyak ikan mati. Imbasnya saat ini sulit sekali mendapatkan ikan sungai,” katanya. (GP/B-6)