BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah ruas Jalan HM Arsyad, Sampit, Kotawaringin Timur, dinilai mulai membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, kini aspal di sejumlah titik sudah mengerut dan mengakibatkan jalan bergelombang.
Aspal di jalan lintas provinsi itu sudah mengerut. Sebagian aspal mengerut ke arah Tengah atau median jalan. Sehingga bila tak berhati-hati pengguna jalan terutama yang menggunakan sepeda motor, bisa jatuh.
Kondisi ini diperparah dengan tinggi intensitas kendaraan besar melewati jalam tersebut. Sehingga menambah kerusakan jalan.
"Selama truk-truk besar masih lewat di jalan itu maka akan sulit mencari Jalan HM Arsyad yang mulus," kata Suhardiono, Petugas Pengawas Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kotawaringin Timur, Jumat, 8 Juli 2022.
Pihak DPUPRPRKP Kotim pun kerap menerima keluhan serupa dari masyarakat. Namun karena jalan ini merupakan tanggung jawab Provinsi Kalimantan Tengah, maka kebijakan bergantung dengan pihak pemerintah provinsi.
--page
"Meski demikian, kami juga sering memperbaiki menggunakan anggaran kabupaten, dengan menimbun agregat dan mengaspalnya," ujarnya.
Kerusakan di ruas Jalan HM Arsyad ini salah satu dampak dari belum diperbaikinya Jalan Lingkar Kota Selatan yang diperuntukan bagi kendaraan berat perusahaan. Sehingga, kendaraan-kendaraan berat seperti pengangkut minyak sawit memilih melintas dalam kota dan mengakibatkan kerusakan jalan. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









