BORNEONEWS, Tamiang Layang - Calon peserta KIP Kuliah yang menjadi korban pelecehan oleh oknum Kabid Sosial berinisial SN di Kabupaten Barito Timur mulai bermunculan dan membuat pengakuan. Setelah seorang korban membuat laporan polisi, kini 2 korban lagi berencana melapor ke Polres Barito Timur.
Sebelum melapor, kedua korban tersebut membuat pengakuan kepada Borneonews terkait perlakuan pelecehan yang dilakukan SN selama proses pengurusan KIP Kuliah. Kedua korban juga menyerahkan beberapa bukti tangkapan layar percakapan dengan SN melalui WhatsApp.
Korban berinisial DA mengisahkan pelecehan yang dialaminya terjadi beberapa bulan lalu. Saat itu dia diminta SN untuk menghadap ke kantor SN pukul 10.00.
DA pun datang pada waktu yang ditentukan namun saat itu ada rapat, sehingga SN menyuruh korban mencari makan dulu ke warung sambil menunggu rapat selesai.
Setelah itu pukul 13.00 korban kembali ke kantor SN namun namun rapat belum juga selesai sehingga korban sempat berpikir untuk pulang saja
"Tapi saya pikir lagi jadi sia-sia kedatangan saya makanya saya nunggu sampai setengah tiga (pukul 14.30 WIB), kemudian kami masuk satu-satu ke ruangan SN dan ternyata masih ada masalah di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) saya," kata DA.
--page
"Kelar urusan KIP Kuliah itu dia (SN) bilang bagaimana kita dua ini lama nggak ketemu, bagaimana kalau melepas kangen?. Lalu saya tanya maksud bapak bagaimana? Ya melepas kangen begitu katanya karena lama gak ketemu," lanjut DA mengisahkan awal kejadian pelecehan.
Saat itu DA mulai diliputi rasa takut karena ruangan tertutup dan pegawai sudah pulang semua dan waktu menunjukkan sekitar pukul 15.30 WIB.
SN kemudian menutup gorden rapat-rapat lalu menuntun tangan DA untuk bersandar ke tembok dengan agak mendorong, lalu menunjukkan gerakan hendak meraba bagian dada korban serta akan mencium.
Korban pun protes jika melepas kangen yang dimaksud SN seperti itu. Bahkan korban mengatakan lebih baik tidak jadi mengurus KIP Kuliah dari pada diperlakukan seperti itu.
"Katanya kalau KIP kuliahmu itu pasti kubantu, saya kan bilang melepas kangen karena lama kita gak ketemu," tutur korban mengulang perkataan SN.
Korban pun bingung bahkan hendak berteriak memanggil temannya yang menunggu di luar namun SN mengancam tidak akan membantu pengurusan KIP Kuliah jika korban berteriak.
"Setelah saya keluar SN juga ngomong kepada teman saya supaya bantu dia (SN) agar bisa pacaran dengan saya," tandasnya.
Korban lain berinisial E yang juga berusia 18 tahun mengaku dilecehkan SN dengan meminta foto saat tiduran. Hal tersebut terjadi sekitar 2 bulan lalu.
"Pertama kali dia (SN) nge-chat lewat WhatsApp yang intinya ingin berkenalan dengan dan meminta kirim foto selfie," ungkap E.
Setelah korban mengirim foto selfie, SN berkomentar bahwa korban berparas cantik. SN pun kembali menanyakan posisi E saat itu dan meminta nanti dikirimkan lagi foto saat berbaring di tempat tidur.
"Saya selalu bertanya-tanya kenapa seperti itu seandainya dia menganggap itu bercanda tapi dia berulang-ulang meminta saya foto saat tiduran," ujar E menunjukkan kekesalannya. Korban pun mengaku hingga saat ini masih menyimpan bukti percakapan dengan SN tersebut.
--page
Selain itu terduga juga mengatakan bahwa peserta KIP Kuliah harus berpacaran dengannya atau menjadi selingkuhannya.
Namun korban mencurigai bahwa pesan terakhir yang dikirimnya kepada beberapa peserta KIP Kuliah secara bersamaan untuk membangun opini bahwa pelecehan yang dilakukan selama ini hanya candaan semata. (BOLE MALO/B-11)









