BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai upaya mengurangi sampah plastik, Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meminta kepada panitia kurban tidak lagi menggunakan plastik untuk membangun daging kurban, melainkan menggunakan besek yang terbuat dari anyaman bambu atau bawa tempat masing - masing.
Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Bupati Kotawaringin Barat, tertanda tangan Pj Bupati Kobar Anang Dirjo, tentang imbauan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1443 H/2022 M Tanpa Sampah Plastik.
Dalam suratnya disebutkan, bahwa sampah plastik memiliki sifat tidak mudah terurai, proses pengolahannya menimbulkan toksik, dan bersiat karsinogenik yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, untuk itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SE.4/MEN/LHK/ PSLB3/PLB.2 /6/2022 tanggal 16 Juni 2022 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha Tanpa Sampah Plastik, maka dalam kegiatan penyembelihan hewan Kurban dan/atau pendistribusian hewan Kurban agar tidak menggunakan kantong plastik.
Terkait dengan hal tersebut dengan ini diminta kepada Panitia Penyembelihan Hewan Kurban, untuk mengimbau kepada masyarakat penerima daging Kurban, supaya membawa wadah sendiri yang dapat dipakai ulang.
"Gunakan wadah seperti anyaman bambu (besek) atau wadah lain yang tersedia di tempat masing-masing, seperti daun pisang atau daun jati yang dapat dikomposkan, dan tidak menimbulkan sampah plastik," ujarnya, Sabtu, 9 Juli 2022.
--page
Kemudian, menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, seperti tempat sampah terpilah dan alat pengumpul sampah terpilah di lokasi pelaksanaan Shalat Idul Adha dan pembagian daging Kurban.
Serta, melaksanakan pengumpulan dan pengangkutan sampah di lokasi pelaksanaan Shalat Idul Adha dan pembagian daging Kurban.
"Supaya menyediakan petugas khusus di lapangan yang menangani sampah sekaligus sebagai tenaga kampanye dan edukasi publik dalam pengurangan sampah plastik," pungkasnya. (DANANG/B-5)









