NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Daging hewan yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih tetap aman dikonsumsi jika diolah secara benar. Hal itu Disampaikan Kepala Bidang Peternakan, Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Lamandau, Hendra.

"Meski positif PMK, masih aman dikonsumsi. Dengan catatan, diolah secara benar. Jadi, masyarakat jangan terlalu was-was," kata Hendra di Nanga Bulik, Sabtu 9 Juli 2022.

Hendra menjelaskan, hal tersebut berdasarkan pedoman organisasi kesehatan hewan dunia menyatakan bahwa bagian hewan terjangkit PMK yang paling aman dimakan adalah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula.

Sedangkan bila masyarakat berkeinginan memakan bagian jeroan, limfoglandula, tulang, sumsum atau kepala, maka dapat dilakukan perebusan minimal selama 30 menit untuk mematikan virus.

"Apalagi PMK ini, selain pada sapi juga bisa menular ke hewan lain seperti kambing, babi dan hewan-hewan berkuku belah lain. Namun virus ini tidak menjangkit ke manusia atau zoonosis," kata Hendra.

--page

Dia pun berharap masyarakat tetap waspada dan melakukan antisipasi penyebaran PMK, terlebih saat ini telah masuk pada musim ibadah kurban.

Ia juga menyarankan para peternak untuk melakukan enam langkah pencegahan penyebaran virus yang menyebabkan Penyakit Mulut dan Kuku. Mulai dari menjaga jarak dengan ternak untuk mencegah manusia menjadi media penularan virus.

Selai itu, peternak diminta selalu menggunakan masker, mencuci cuci tangan dengan desinfektan sebelum dan sesudah masuk kandang. Melakukan isolasi dan pengobatan ternak yang sakit agar tidak menyebarkan penyakit ke ternak lain yang sehat.

"Langkah selanjutnya, membatasi akses keluar masuk ke kandang atau peternakan," katanya.

Meski demikian, menurut dia, langkah paling ampuh mencegah penularan virus tersebut dengan menyuntik vaksin terhadap hewan ternak yang masih sehat.

"Untuk itu kami berharap vaksin PMK segera didistribusikan agar hewan milik para peternak semakin kebal terhadap ancaman virus ini," pungkasnya. (HENDI NURFALAH/B-5)