PEKAN kedua Januari 2016, tercatat sudah 12 warga Kabupaten Kotawaringin Timur terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap serangan nyamuk Aedes aegypti.
“Selama Januari ini kami temukan sudah 12 kasus DBD di Kotim. Di antaranya, 6 kasus ditemukan di Desa Pelantaran dan Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu. Sedangkan 6 kasus lainnya ditemukan di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular, Triyono, di kantornya, Selasa (12/1/2016).
Untuk menghindari nyamuk Aedes aegypti Dinas Kesehatan Kotim telah melakukan fogging di wilayah yang ditemukan kasus DBD tersebut. Terutama di Desa Pelantaran dan Pundu sudah dilakukan fogging.
“Kalau di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang sebagian lokasi sudah kami lakukan fogging. Dan kami upayakan fogging atau pencegahan terus berlanjut, hingga tidak meluas dan jangan sampai mekan korban.”
Data Dinkes Kotim, pada 2015 tercatat 296 kasus DBD. Namun pada 2015 tidak ada korban jiwa akibat penyakit itu. Di mana selama delapan tahun Kotim endemis DBD dan setiap tahun ada korban jiwa.
Seperti diketahui, pada akhir 2015 lalu, Dinkes Kotim melakukan pengasapan atau fogging massal satu bulan penuh untuk mencegah wabah DBD. Fogging itu merupakan pencegahan sebelum masa penularan.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, demam berdarah mulai muncul pada November, terus meningkat pada Desember, hingga puncaknya pada Januari. “Kami mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi berjangkitnya penyakit dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta pemberian bubuk abate,” harapnya.
Selain itu juga, kesulitan dalam memberantas nyamuk DBD ini tambah Triyono, karena kurangnya partisipasi warga ketika petugas melakukan fogging atau pengasapan. Banyak warga yang enggan membuka rumahnya saat petugas fogging. “Banyak warga yang rumahnya tidak boleh dimasukkin untuk difogging. Terpaksa fogging hanya di luar. Ya, nyamuknya lari ke dalam rumah dong.”
(FI/B-7)


