PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengelola Ransel Buku, Fery Irawan menyampaikan dalam sekolah gratis non formal Ransel Buku ada lima kelas yang dipelajari.

“Kegiatan anak-anak disini selain membaca buku, Ransel Buku juga membuka kelas bahasa Inggris, kelas komputer, belajar matematika, kelas tari dan musik tradisional," ungkap Fery, seperti dikutip dari MMC Kalteng, baru baru ini.

Ia menginformasikan saat ini ada 50 orang anak warga belajar secara rutin memanfaatkan waktu luang selepas sekolah formal untuk belajar bersama di Ransel Buku.

Fery mengatakan ide dan gagasan mendirikan Ransel Buku tersebut, berawal dari keprihatinan terhadap akses kependidikan di wilayahnya yang minim, meskipun berada tidak jauh dari Kota Palangka Raya.

“Warga belajar Ransel Buku, didominasi anak kurang mampu, sehingga untuk memperoleh pengayaan pengetahuan dan keterampilan sangat berat kalau harus ke kota, disamping jarak dan waktu, juga perlu pembiayaan," sebut dia.

--page

Menurutnya dengan adanya Ransel Buku, anak-anak bisa memanfaatkan ini dengan baik, disamping itu akan terbentuk komunitas sosial yang solid karena pola belajar bersama, dan belajar sambil bermain. (HERMAWAN DP/B-5)