TINGGINYA gelombang di perairan Kalimantan, membuat sejumlah nelayan tidak dapat melaut. Hal itu membuat pasokan ikan berkurang drastis.
Seperti yang dikatakan Herman, penjual ikan di PPM, di mana sudah hampir satu pekan terakhir ikan laut mengalami kekosongan. Itu terjadi karena tidak adanya pasokan dari nelayan di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
“Untuk ikan laut saat ini kosong, kami hanya menjual ikan dari tambak warga dan darat saja, seperti ikan Gabus, Patin, Nila, dan sejumlah ikan darat lainnya,” ujar Hendra, di pasar Saik Sampit, Selasa (12/1/2016).
Untuk ikan laut yang saat ini sedang kosong antara lain adalah Ikan Tongkol, Tenggiri, Kakap Merah, Kakap Putih. Hal ini tentunya membuat penghasilan sejumlah pedagang menurun, karena banyak masyarakat yang terpaksa mengurungkan niatnya untuk membeli ikan.
“Banyak warga yang memang hobinya dengan ikan laut. Sehingga dengan kekosongan ini membuat mereka menahan diri membeli ikan,” lanjut Hendra.
Hal yang sama juga diungkapkan Warni, salah seorang pedagang ikan di Pasar Keramat, Kecamatan Baamang. Sudah hampir sepekan ini pasokan ikan laut di tempatnya kosong. Hal itu terjadi karena pemasok dari Desa Ujung Pandaran tidak ada yang datang.
Pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, dalam sepekan terakhir, gelombang dilaut cukup tinggi. Ketinggian gelombang bahkan mencapai 3 meter hingga 3,5 meter.
BMKG mengimbau nelayan agar berhati-hati saat melaut.
(MH/B-7)


