PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penyaluran hewan kurban resmi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada hari ini. Pihaknya memastikan, hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1443 H yang disalurkan itu telah bebas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pj Bupati Kobar, Anang Dirjo menyampaikan, di tengah mewabahnya PMK di sejumlah wilayah saat ini, pihaknya melalui dinas terkait sudah memastikan bahwa sapi-sapi yang akan didistribusikan kepada masyarakat Kobar dinyatakan sehat.

"Sapi-sapi ini sudah diperiksa oleh tim teknis yang profesional dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), sehingga dipastikan bebas PMk dan layak dikonsumsi," ujar Anang Dirjo di sela kegiatan penyerahan hewan kurban, Sabtu, 9 Juni 2022.

Selain melakukan pemeriksaan luar atau Ante Mortem, nantinya, pada saat waktu penyembelihan juga akan ada tim teknis yang memeriksa bagian dalam dari hewan tersebut.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena hewan ternak yang kita distribusikan ini aman untuk dikonsumsi," ungkapnya.

--page

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Penerima dan Penyaluran Hewan Kurban, Tengku Ali Syahbana mengatakan, tim kesehatan dari DPKH akan di sebar di 6 kecamatan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban yang akan dipotong.

"Dari DPKH juga sudah memploting petugasnya yang akan memantau di masjid, musala atau tempat lainnya yang melakukan pemotongan hewan kurban di 6 kecamatan. Tentunya, daging yang dibagikan ke warga nantinya sudah melalui tahap pemeriksaan, sehingga aman," imbuhnya.

Diinformasikan, pada tahun ini, Kabupaten Kobar menyalurkan 33 ekor sapi kurban ke masyarakat di 6 kecamatan. Sapi kurban itu merupakan pengadaan dari beberapa SOPD Kobar, perusahaan swasta, perbankan dan sejumlah donatur. (DANANG/B-7)