BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur menerjunkan tim untuk memeriksa kesehatan hewan kurban sebelum dan setelah penyembelihan di luar rumah potong hewan. Hal ini rutin dilakukan setiap pelaksanaan kurban. Guna mencegah penularan penyakit salah satunya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Seperti yamg dilakukan di Masjid Nurul Alif di Jalan H Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kotawaringin Timur, Minggu 30 Juli 2022.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim dengan cara mengecek fisik hewan kurban sebelum disembelih. Serta organ tubuh hewan khususnya jeroan setelah disembelih.
Sebelumnya, pemeriksaan kesehatan juga telah dilakukan di sejumlah tempat penjualan hewan kurban.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian Kotim menerjunkan 5 tim untuk memeriksa penyembelihan hewan kurban di Kota Sampit yang dilaksanakan di luar RPH..
"Ini rutin kami lakukan saat Iduladha. Tapi tengah wabah PMK pemeriksaan diperketat guna mengantisipasi penyebaran wabah. Dengan memastikan keamanan selama penyembelihan hewan kurban," jelas Kepala Seksi Perbibitan dan Produksi Peternakan Dinas Pertanian Kotim, Irfan Efendi.
--page
Sementara itu, di Masjid tersebut, total hewan yang dikurbankan berjumlah 7 ekor sapi dengan membagi sebanyak 800 kupon. Seluruh sapi kurban yang saat itu di sembelih, semuanya dinyatakan sehat dan bebas PMK.
Pengurus masjid merespons positif pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Sehingga pihaknya dapat mengetahui kualitas kesehatan daging kurban yang dibagikan kepada warga.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban oleh Dinas Pertanian Kotim ini akan dilaksanakan hingga beberapa hari ke depan. Sebab kemungkinan masih ada warga yang melangsungkan penyembelihan hewan kurban. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









