PENINGKATAN jumlah penduduk miskin ternyata justru lebih banyak terjadi di kota. Meski secara nominal, tetap saja jumlah penduduk miskin desa lebih banyak karena konsentrasi penduduk terletak di pedesaan. Selama periode September 2014 – September 2015 penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah 9.271 orang (dari 39.452 orang pada September 2014 menjadi 48.723 orang pada September 2015).

Catatan BPS Kalteng, penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2014 sebesar 4,75 %, lalu naik menjadi 4,86% pada Maret 2015, lalu meningkat lagi menjadi 5,68 % pada September 2015.

Kondisi ini berkebalikan dibanding di daerah perdesaan, sebab berkurang 9.967 orang (dari 109.373 orang pada September 2014 menjadi 99.406 orang pada September 2015). Atau secara persentase turun dari 6,74% pada September 2014 menjadi 6,50% pada Maret 2015 dan kembali turun menjadi 6,02% pada September 2015.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya yang juga anggota KADIN Palangka Raya, Beta Syailendra menduga masalah itu dipicu perlambatan ekonomi baik secara nasional, maupun yang terjadi di Provinsi Kalteng maupun Kota Palangka Raya. Akibatnya, banyak perusahaan yang memutuskan mengurangi produksi maupun jumlah tenaga kerja.

“Akibatnya bisa dipastikan berupa pengurangan tenaga kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini berkorelasi dengan data itu jika memang bertambah potret kemiskinannya ya mungkin bertambah pengangguran di kota,” cetus Beta kepada Borneonews, Selasa (12/1/2015).

Meski demikian, Beta mengungkapkan jika pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Cantik ini tidak terlalu terpengaruh dengan isu perlambatan ekonomi. Sebab menurut Beta, justru UMKM bisa bertahan karena bergerak di ekonomi sektor riil.

Selain masalah pengangguran, Beta juga menilai pertambahan kemiskinan yang menumpuk di kantong-kantong perkotaan seperti Palangka Raya dibanding di wilayah perdesaan, hanya akibat perpindahan penduduk miskin itu ke perkotaan. Sementara di perkotaan tidak menyediakan lapangan kerja dengan jumlah cukup seperti yang mereka impikan.

“Saya kita itu karena penduduk miskin yang berpindah ke kota, sementara disini tidak bekerja, akhirnya ya jadilah jumlah penduduk yang tersurvey itu banyak di sini (kota).”

 Sementara itu diberitakan, jumlah total penduduk miskin di Kalteng mencapai 148.129 jiwa (5,91%). Ini berdasarkan hitungan per September 2015 yang BPS Kalteng. Angka ini naik cukup banyak dibanding catatan per Maret 2015 yang hanya 147.700 jiwa. (RZ/B-12)