PENCARIAN sepasang kekasih, korban tenggelam di Sungai Kahayan akhirnya membuahkan hasil. Namun baru Amat (20 tahun) yang ditemukan tewas, Selasa (12/1/2015). Sedangkan Wulan (18) masih dalam pencarian.
Amat ditemukan dalam posisi tengkurap, mengapung di atas sungai sekitar 200 meter dari lokasi kejadian awal atau depan lanting milik seorang warga bernama Saleh.
“Yang menemukan warga pada saat memancing. Posisinya mengapung di atas sungai. Warga kemudian mengabari kita yang ada di pos. Kemudian dievakuasi,” kata Ketua 1 Balakar 620 Boby Cahyadi kepada Borneonews, Selasa (12/1/2015).
Pada pukul 16.15 WIB, tim yang stand by di Posko Pelabuhan Rambang terlihat bersiap-siap. Ini setelah mereka menerima kabar dari tim lainnya yang melakukan penyisiran secara bergilir bahwa Wulan ditemukan di Danau Tundai atau sekitar 1,5 kilo meter dari lokasi kejadian.
Namun hingga pukul 17.00 WIB, tidak ada tanda-tanda kepastian korban ditemukan. “Korban belum ditemukan. Mungkin karena banyak orang jadi kabar satu ke lainnya beda,” kata Ketua Brigade Rescue Kalteng Rachman.
Boby kembali menambahkan, ada sekitar 40 orang terdiri dari Balakar 620, Tagana Provinsi/kota, Komunitas Peduli Kemanusiaan (KPK) SAR, Brigade Rescue dan Basarnas Sampit yang melakukan pencarian.
Kemudian pada pukul 18.10 WIB saat kembali dikonfirmasi Borneonews, Boby memastikan Wulan belum ditemukan. “Belum ditemukan,” ucap Boby.
Seperti diberitakan, Wulan, warga Jalan Wisata II, Pahandut Seberang dan Amat, warga Komplek Rindang Banua, Gang Rukun Jaya II, Palangka Raya, tenggelam di Sungai Kahayan atau sekitar 25 meter dari Pelabuhan Rambang, Minggu (10/1/2016) sekitar pukul 23.00 WIB.
Dua orang yang menjadi saksi mata atas insiden itu adalah Syarifudin (22), warga Komplek Rindang Banua, Gang Rukun Jaya II dan Muhammad (25) warga Kompleks Puntun.
Bermula ketika keduanya hendak mengantar pulang Wulan ke rumah. Muhammad kemudian meminjam perahu kecil milik pamannya Aliansyah.
Kemudian perahu ditumpangi empat orang yakni Wulan, Amat, Muhammad, Safruddin. Sesampai ditengah sungai, mesin perahu kecil itu tiba-tiba mati. Tak berselang lama, perahu pun terbalik.
Wulan kemudian mendekap erat Amat. Sehingga Amat tidak bisa menahan lama beban berat itu meskipun bisa berenang. Muhammad dan Safruddin sempat berupaya menolong sembari menyalakan senter ke arah pelabuhan rambang. Meski demikian, keduanya juga tidak sanggup bahkan nyaris saja tenggelam.
Beruntung, pertolongan dari warga yang bergegas datang ke lokasi berhasil menyelamatkan Muhammad dan Safruddin. Namun Wulan dan Amat sudah keburu tenggelam dan terbawa arus yang cukup deras. (BY/B-10)


