PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Desa Kumpai Batu atas digegerakan dengan penemuan mayat seorang pria, dengan kondisi sudah membusuk di kediaamnnya, Jalan MT Haryono, RT 06, Desa Kumpai Batu Bawah (KBB), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin, 11 Juli 2022.

Pria malang tersebut diketahui bernama Suparmin (66) yang tinggal seorang diri dirumahnya, sementara anak-anaknya sudah hidup terpisah baik di desa setempat maupun di Kota Pangkalan Bun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bahwa sejak 10 hari, kakek yang sehari-hari berprofesi sebagai petani tersebut tidak lagi pernah kelihatan, namun warga tidak ada yang curiga.

Diketahui, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri saat mencari rumput disekitar rumah korban. Saat itu anak korban memanggil-manggil ayahnya, namun tidak ada sahutan dari dalam rumah.

Lantaran penasaran dan khawatir atas keadaan ayahnya yang mempunyai riwayat penyakit tersebut ia bermaksud untuk masuk ke dalam rumah. Kekhawatirannya semakin kuat ketika dari luar tercium aroma tidak sedap, sumber bau tersebut berasal dari dalam rumah, namun saat akan masuk pintu dalam keadaan terkunci.

Kemudian ia berinisiatif membuka dengan cara mencongkel, setelah pintu terbuka dari arah kamar sudah banyak belatung yang berhamburan, dan ketika dilihat ayahnya sudah meninggal dengan kondisi mengenaskan.

--page

Kepala Desa Kumpai Batu Bawah, Bambang Silihwarno menceritakan, korban ditemukan oleh anaknya sendiri di dalam rumah, saat mengetahui ayahnya sudah meninggal, anaknya tersebut langsung keluar dan berteriak meminta pertolongan warga.

"Kebetulan saat itu saya juga berada di tempat kejadian, anaknya sendiri yang menemukan ayahnya di dalam kamar dengan kondisi yang memprihatinkan," ujarnya.

Bambang mengungkapkan, jika salah satu warganya tersebut diduga sudah meninggal tanpa diketahui selama hampir 10 hari, hal itu terlihat dari kondisi yang membusuk dan dipenuhi belatung.

Kemudian, ia menghubungi Palang Merah Indonesia untuk meminta bantuan ambulan, serta TRC BPBD Kotawaringin Barat untuk membantu evakuasi dari dalam rumah. (DANANG/B-5)