PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala SMAN 1 Palangka Raya, Arbusin menyampaikan pentingnya asesmen diagnostik sebagai asesmen untuk belajar (Assesment for learning).

Asesmen dilakukan guru di awal pembelajaran untuk melihat kompetensi dan kesiapan belajar murid. Hal itu akan digunakan untuk mengelompokan siswa dalam belajar.

“Asesmen Diagnostik perlu dilakukan guru di awal tahun ajaran baru untuk mengetahui bagaimana kemampuan awal siswa yang nantinya akan berimbas pada pengelompokkan belajar, metode dan media yang akan digunakan guru dalam mengajar,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin 11 Juli 2022.

Arbusin menambahkan, kondisi pandemi yang sempat mengharuskan siswa untuk BDR (Belajar Dari Rumah), membuat guru menjadi tidak terlalu maksimal dalam mengontrol kelas sehingga dapat terjadi  learning loss. 

Learning loss tersebut juga dipicu karena motivasi belajar siswa yang rendah, serta kemampuan siswa dan orang tua yang beragam.

--page

“Sehingga Asesmen diagnostik dapat dilakukan untuk melihat kesiapan belajar dan kompetensi siswa,” imbuhnya. (HERMAWAN DP/B-5)