BANJIR yang terjadi di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Barat pekan lalu telah merobohkan tembok beton Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Pangkalan Banteng.
Tidak hanya menjebol sebagian tembok yang mengelilingi sekolah, banjir juga sempat merendam beberapa bagian ruang kelas siswa hingga ketinggian 1 meter dari permukaan tanah. “Akibat banjir, tembok sekolah roboh sekitar 25 meter. Waktu itu air meluap dari jalan raya dan masuk ke lingkungan sekolah,” ungkap Supiannur, Kepala SMPN 3 Pangkalan Banteng sambil menunjukan tembok yang roboh di belakang sekolahnya, Selasa (12/1/2016).
Menurut Supian, sungai yang berada di dekat sekolah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Sehingga airnya meluap dan menutup sebagian tembok yang tingginya sekitar 3 meter. Hingga saat ini, pihak sekolah belum memperbaiki tembok yang jebol tersebut karena tidak anggaran untuk memperbaikinya.
Akibat jebolnya tembok sekolah tersebut, ia melarang siswanya untuk bermain di dekat tembok yang masih berdiri. Ia khawatir suatu saat tembok yang berdiri kokoh juga tiba-tiba runtuh karena saat ini kondisi sisa terjangan banjir itu temboknya mulai miring. (CP/B-2)


