DALAM membangun kesiapsiagaan Bela Negara terdapat aktualisasi nilai-nilai Bela Negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran dan profesi warga negara, dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman yang pada hakikatnya mendasari pembentukan karakter bangsa dan karakter tiap individu warga negara.
Proses pembentukan karakter tersebut didasari oleh sejarah perjuangan bangsa, sadar akan ancaman bahaya nasional yang tinggi serta memiliki semangat cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai idiologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan negara.
Bela Negara sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia berasal dari kata bela yang artinya menjaga baik-baik, memelihara, merawat, menolong serta melepaskan dari bahaya.
Kesiapsiagaan bela negara membutuhkan kemampuan fisik dan mental serta sosial yang baik dan optimal. Terutama dari populasi Generasi Z yang semakin banyak. Dimana masa depan bangsa dan negara nantinya akan berada di genggaman generasi Z.
Generasi Z atau generasi pascamilenial adalah kelompok manusia termuda di dunia pada kurun waktu beberapa tahun terakhir. Mereka lahir dalam rentang 1995 hingga 2010. Di Indonesia, pada 2010 saja jumlah mereka sudah lebih dari 68 juta orang, nyaris dua kali lipat Generasi X (kelahiran 1965-1976).
Menurut Noordiono, generasi Z adalah generasi yang sedini mungkin telah mengenal teknologi dan internet, generasi yang haus akan teknologi. Generasi ini tumbuh dan bergantung terhadap teknologi dan alat-alat teknologi yang semakin canggih. Generasi Z muncul cukup jauh dari era Kemerdekaan maupun masa Perjuangan, sehingga terjadi gap atau jarak pemahaman yang harus dijembatani agar generasi Z sebagai penerus bangsa mempunyai cara pandang dan tanggung jawab dalam kesiapsiagaan Bela Negara.
Dari kondisi tersebut maka perlu ditemukan cara yang sesuai dalam menanamkan nilai-nilai Bela Negara, ada beberapa sarana yang dapat digunakan untuk penanaman kesiapsiagaan bela negara diantaranya adalah melalui jalur Pendidikan formal dan informal, Seminar Keteladanan serta informasi yang harus dikemas semodern mungkin sehingga sesuai dengan karakter generasi Z.
Kesiapsiagaan Nilai-nilai Bela Negara melalui Pendidikan Formal dan Informal dapat diajarkan di sekolah, di kampus, melalui materi ospek sampai seluruh mata kuliah dan mata pelajaran dan kegiatan lainnya. Seminar Keteledanan pun dapat diadakan oleh banyak pihak, seperti Dinas Pendidikan, BUMN serta Lembaga-lembaga Keagamaan.
Adapun sekarang semua kegiatan tersebut dapat diakses secara Online melalui media Zoom, Google Meet, Instagram dan Twitter. Di mana generasi Z sangat dekat dan fasih menggunakan aplikasiaplikasi online tersebut. Sehingga infomarsi tentang Bela Negara dapat diakses dengan mudah oleh generasi Z.
Penulis: Grace Evelina Buji, SE.,M.SI/Peserta LATSAR CPNS Angkatan XXVI Puslatbang KDOD









