BORNEONEWS, Jakarta - Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) mendukung penerapan ekonomi sirkular atau meningkat, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Mukhtarudin. Ia menilai upaya perbaikan pada sektor perekonomian nasional terus berlanjut. Maka penerapan transisi menuju ekonomi sirkular, akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dan menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah yang besar.
"Perbaikan ekonomi di Indonesia saat ini tidak hanya untuk mengembalikan kondisi ekonomi sebagaimana sebelum krisis. Tapi hal ini ke kondisi yang jauh lebih baik (build back better), dengan melakukan transformasi ekonomi ke arah yang lebih hijau atau ekonomi sirkular," kata Mukhtarudin, kepada Borneonews, Rabu, 13 Juli 2022.
Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah menyampaikan hal itu, menanggapi pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut, ekonomi sirkular dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Ekonomi sirkular merupakan model industri baru yang berfokus pada reducing, reusing, dan recycling yang mengarah pada pengurangan konsumsi sumber daya primer dan produksi limbah.
"Jadi, menurut saya transportasi menuju ekonomi sirkular sangat penting bagi Indonesia, karena akan membawa dampak positif bagi lingkungan serta pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang," tutur Mukhtarudin.
Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan potensi ekonomi sirkular sangatlah besar. Di Indonesia sendiri, pendekatan sirkular dapat menghasilkan tambahan keseluruhan PDB sebesar 593.638 triliun rupiah.
Hal tersebut disampaikan oleh Airlangga Hartarto saat membuka seminar 'Blue, Green, and Circular Economy: The Future Platform for Post-Pandemic Development'.
--page
Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan sherpa G20 kedua yang diselenggarakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 13 Juli 2022.
Ekonomi sirkular adalah sistem ekonomi yang melibatkan strategi seperti rancangan yang inovatif, memperbaharui, meningkatkan dan mendaur ulang sampah dalam rantai pasok guna menjaga nilai produk komponen, dan bahan-bahan untuk waktu yang lama.
Menurut Airlangga, ekonomi sirkular merupakan bagian penting dalam mendukung tujuan berkelanjutan dengan mengeliminasi sampah dan polusi dari sistem ekonomi. (DANANG/B-6)









