Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Hadi Prabowo, marah-marah. Dia murka karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) tidak melaporkan peristiwa banjir besar yang sudah lebih sepekan melanda Kecamatan Arut Utara (Aruta), Pangkalan Banteng, dan Kotawaringin Lama (Kolam), di Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Saya malah tahu ada banjir dari media. Saya minta penjelasan ke BPBD. Akhirnya, setelah saya telepon, BPBD baru me-laporkan. Ini terkait dengan koordinasi. Upaya responsnya sangat kurang,” kata Hadi dalam rapat eveluasi program 2015 dan pelaksanaan program 2016, di Aula Bappeda Kalteng, Kota Palangka Raya, Selasa (12/1/2015).
Bantuan Haji Abdul Rasyid
Banjir besar juga melanda Kabupaten Lamandau. Tim relawawan Keluarga Haji Abdul Rasyid, Haji Ruslan AS, dan pasangan calon gubernur Kalteng Sugianto Sabran-Habib Said Ismail (SOHIB) dari Pangkalan Bun, Kobar, sampai mengirimkan bantuan sembako ke sana.
“Tidak banyak yang bisa kita lakukan. Sementara ini kita sebar 500 paket sembako untuk masyarakat di sejumlah daerah yang menjadi korban di Lamandau,” kata Ketua Tim Relawan, Haji Wisman, kemarin.
Paket sembako berisi 5 kilogram beras, gula pasir, minyak goreng, kopi, mie instan itu dibagikan untuk korban banjir di Desa Sungai Mentawa, Bunut, Kelurahan Nanga Bulik, Desa Kujan, Batu Kotam, Guci, dan Bayat.
‘’Keluarga Pak Haji Rasyid memang selalu hadir saat kami terkena musibah,” ungkap Lastri, warga Nanga Bulik, korban banjir yang membuat suaminya tak bisa bekerja.
Sehari sebelumnya, keluarga besar Haji Abdul Rasyid juga memberikan bantuan korban banjir di wilayah Kecamatan Aruta, Kobar. Rencananya, hal yang sama akan berlanjut di bantaran Sungai Arut lainnya di wilayah Arut Selatan dan sekitarnya. (TP/B-1/HN/B-10)


