Didampingi koordinator tim Relawan Banjir Lamandau, H. Abidin Noor, ratusan paket sebako dari keluarga H Abdul Rasyid dan H Sugianto Sabran dikirim ke para korban banjir.  Menerima bantuan ini warga mengaku senang dan tenang. "Sekarang kami belum kelaparan. tetapi dengan bantuan  sembako ini kami  jadi tenang, karena memiliki cadangan pangan."

Bantuan sembako itu berupa beras 5kg, Gula Pasir, Minyak Goreng, Kopi, Mie Instan dan lain-lainnya itu dibagikan langsung menyesuaikan data sebaran korban banjir yang umumnya berada di daerah aliran sungai (DAS) yang ada di Lamandau.

Antara lain, desa Sungai Mentawa, desa Bunut, sejumlah titik di kelurahan Nanga Bulik dan desa Kujan, desa Batu Kotam, Guci, UPT Bayat dan sebagainya.

Diketahui, sebelumnya para relawan keluarga besar ini melakukan hal yang sama di daerah yang terpapar banjir, antara lain di daerah Aruta (Arut Utara) Kotawaring Barat (Kobar). Rencananya, hal yang sama akan berlanjut di DAS Arut lainnya seperti Arut Selatan dan sekitarnya.

Tak hanya itu, pihaknya berharap agar semua pihak bergotong royong merespon kondisi ini, baik pemerintah maupun dunia usaha. Terlebih, sambungnya, tidak kalah penting lagi adalah penanganan masa banjir dan pasca banjir itu sendiri. Misalnya dalam hal kesehatan masyarakat dan kerugian lainnya.

Di tempat yang sama, Lastri, salahseorang warga RT 8 Nanga Bulik penerima bantuan, mengaku sangat terbantu dengan adanya bentuk perhatian dari keluarga besar H. Abdul Rasyid itu. Setidaknya, suaminya yang beberapa hari terakhir dipaksa menjaga rumah dan tidak bisa mengais rezeki seperti biasanya tidak dipusingkan untuk sekedar mencari makan.

"Memang kita tidak kelaparan, tapi dengan adanya bantuan ini kami sedikit tenang, karena masih banyak yang perhatian kepada kami, seperti halnya keluarga pak H. Rasyid yang selalu hadir saat kami terkena musibah," ungkapnya didampingi puluhan warga lainnya. (HN)